Tasikmalaya kembali menunjukkan keunikannya, bukan lewat batik atau payung geulis, tapi dari sesuatu yang lebih cair dan asin: air Tanjung. Menjelang Lebaran, sumber mata air yang satu ini mendadak jadi primadona. Warga berbondong-bondong, membawa jeriken, galon, bahkan semangat tinggi untuk mengamankan pasokan air asin demi ketupat istimewa mereka.
Di Kampung Cukang, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kawalu, antrean warga sudah seperti antrean tiket konser. Bedanya, yang mereka buru bukan penyanyi idola, melainkan air yang katanya bisa bikin ketupat lebih gurih, kenyal, dan tahan lama. Tradisi ini sudah berlangsung lama, diwariskan dari generasi ke generasi, dan tetap laris manis setiap tahunnya.
Ketua pengelola air asin Tanjung, Iman Hermansyah, tak bisa menutupi senyumnya melihat lonjakan permintaan. “Dari tanggal 5 Ramadan sudah ramai masyarakat yang membeli. Penjualan meningkat sekitar 60 persen dari hari-hari biasa,” ujarnya. Yang beli pun tak hanya warga Tasikmalaya, tapi juga datang dari Ciamis, Banjar, Garut, dan sekitarnya. Ada yang sekadar untuk konsumsi sendiri, ada juga yang beli dalam jumlah besar untuk dijual kembali. Bisnis air asin? Kenapa tidak!
Harga Segelas Teh Tarik, Manfaat Selangit
Untuk mendapatkan air ajaib ini, warga cukup merogoh kocek Rp 10 ribu per galon atau Rp 15 ribu untuk jeriken 35 liter. Harga yang sangat ramah di kantong, mengingat air ini bisa mengubah ketupat biasa jadi lebih spesial. “Rasa ketupatnya beda, lebih kenyal, dan bisa bertahan sampai enam hari. Ada semacam pengawet alami dari airnya,” tambah Iman.
Pihak RW setempat yang mengelola sumber air ini juga meraup berkah. Setidaknya ada 21 warga yang terlibat, dari yang menjaga sumber mata air hingga yang memastikan aliran lancar ke bak penampungan. Uang hasil penjualan sebagian dibagikan sebagai upah, sisanya masuk kas RW. Siapa sangka, air asin bisa jadi sumber penghidupan!
Misteri Rasa: Antara Air Kelapa Tua dan Laut yang Pemalu
Beberapa waktu lalu, ada yang penasaran dan mencicipi langsung air asin Tanjung. Ekspektasi: asin seperti air laut. Realita: ada rasa asin, tapi lebih ke arah gurih samar-samar. Seperti air kelapa, tapi bukan yang muda nan segar, melainkan yang sudah tua dan agak hambar. Efek sampingnya? Tenggorokan sedikit kering seperti habis minum air laut, tapi tanpa drama kehilangan selera makan.
Seiring Lebaran yang semakin dekat, stok air asin Tanjung semakin diburu. Siapa tahu, di balik rasanya yang unik, ada berkah lain yang belum terungkap. Yang jelas, di Tasikmalaya, ketupat bukan sekadar ketupat. Ia adalah simbol kebersamaan, tradisi, dan tentu saja, hasil olahan air yang tak sekadar asin, tapi juga bikin penasaran!